Minggu, 18 November 2012

Cinta Tak Selalu Berakhir Manis



Aku melangkah, meskipun aku tidak tau kemana kakiku akan membawa
Aku melangkah diantara hiruk pikuk dunia
Perasaanku semakin kacau dan tak tentu arah tujuan

Ini seharusnya tidak terjadi
Aku tidak boleh seperti ini
Ini bukan seperti aku yang kukenal
Aku harus kuat

Semua orang di jalanan mulai memandangiku dengan tatapan aneh
Seandainya mereka tahu apa yang baru saja terjadi padaku
Mereka tidak akan berani menatapku dengan tatapan semacam itu

Air mataku semakin deras mengalir seiring hatiku yang tersayat mengingatnya
Tidakkah dia tau betapa berartinya dia untukku?
Lalu mengapa dia tega melakukan semua ini
Seakan aku tak berarti apapun baginya
Apakah aku memang tidak pernah berarti apa- apa baginya?

Oh, Tuhan, mengapa dada ini terasa begitu sesak?
Apakah ini benar- benar terjadi?
Sekelebat bayangan tentang kejadian tadi kembali menghantui dan menamparku

Pagi tadi, ketika aku dengan riang gembira melangkah masuk ke gedung apartemen Darren
Dengan membawa sebotol wine untuk merayakan hari jadi hubungan kami
Dengan penuh senyum dan percaya diri, aku melangkah
Tidak terbayangkan hal yang akan terjadi selanjutnya
Tidak pernah terpikir hal yang kulihat itu mungkin terjadi
aku membuka pintu apartemen Darren dengan kunciku sendiri yang diberikan olehnya
lalu aku mendengar suara wanita saat ku langkahkan kakiku ke dalam apartemen itu
apa ini.. apa yang terjadi
aku mencoba berpikir positif
aku berusaha meredam semua kecurigaanku
sampai kudengar sebuah kalimat yang membuyarkan semua usahaku

“baiklah, ini semua diluar dugaanku, aku tidak pernah menyangka ini akan terjadi. Ini luar rencana kita”
Itu suara Darren!
Lalu terdengar isak tangis seorang wanita
“sudah, hentikan tangismu itu. Aku mencintaimu, dan aku akan meninggalkan Carissa, demi kamu, demi cinta kita.. Rena”
Keterkejutan dan amarahku tidak dapat tertahan lagi
Air mata mulai menetes, bibirku gemetar menahan luapan emosi yang begitu besar
Lalu ku hampiri mereka, sejuta kata yang hendak kukatakan, berakhir hanya dalam benakku saja
Aku terlalu terkejut untuk bisa memaki mereka satu per satu
Air muka mereka menunjukkan betapa terkejutnya mereka melihatku disana
Cukup! Aku tidak tahan lagi!
Ku hempaskan botol wine itu ke lantai
Wine yang membuatku menghabiskan waktu satu jam untuk memilih wine terbaik untuk acara ini
Darren tergagap hendak menjelaskan
Aku hanya berakhir mengangkat telapak tangan kananku, memintanya berhenti bicara
Aku tidak ingin mendengar semua sampah ini

Aku berhenti melangkah, terduduk jatuh dipinggir jalan
Berusaha merangkai kembali hatiku yang berkeping- keping dihempas kenyataan
Lalu amarah menyusupi pikiranku

Dia,  Rena, sahabatku sendiri, oh tidak, mantan sahabatku!!
Beraninya dia merebut Darren, orang yang benar- benar kucintai!!
Demi Tuhan dia adalah tunanganku!!
Sahabatku yang telah kupilih untuk menjadi pendampingku di pernikahanku mengkhianatiku
Ini benar- benar di luar akal sehat
Apakah hal semacam ini mungkin terjadi?
Merusak dan mengakhiri hubungan kami di hari jadi kami
Luar biasa

Segala hal yang sudah kurencanakan dengan baik
Kehidupanku bersama Darren yang sudah ada di depan mata
Rencana pernikahan yang tinggal beberapa bulan lagi
Semua hancur lebur begitu saja
Tidak dapat lagi rasanya hatiku memaafkannya
Mengapa mereka harus menghancurkan hidupku seperti ini?
Apa yang harus ku katakan pada orang tuaku, teman- temanku?
Hubungan yang selama ini aku banggakan, yang selama ini aku jaga

Aku tidak pernah menyangka perselingkuhan ini terjadi
Aku bahkan lebih tidak menyangka lagi bahwa ini semua terjadi diantara tunangan dan sahabatku
Beraninya mereka menusukku dari belakang

“CARISSA!!!”
Belum selesai aku memaki mereka dalam hati
Kudengar sebuah suara kencang yang membuyarkan pikiranku
Aku menoleh melihat siapa yang memanggilku begitu kencang
Dia!!
Mengapa dia ada disini?!
Dia, dan wanita itu!
Ah, cukup sudah
Aku tidak tahan lagi dengan semua omong kosong ini!!

Untung apa pula mereka mengejarku
Toh aku tidak akan pernah sudi memaafkan mereka
Tidak, tidak setelah apa yang terjadi ini

Kupaksa tubuhku yang sudah letih untuk berlari lagi
Aku masih tidak tahu kemana aku akan pergi
Yang jelas, jauh dari mereka

“CARISSA TOLONG JANGAN PERGI LAGI!!”
Suara Darren kembali menggelegar
“Carissa, maafkan aku, maafkan aku”
Wanita jalang itu ternyata masih punya muka untuk bicara denganku
Huh
Simpan saja semua maafmu, aku tak butuh semua itu

Darren dan Rena masih mengejarku
2 orang yang pernah menjadi orang terdekatku
Sekarang menjadi 2 orang yang menghancurkan hatiku dalam sekejap mata
2 orang yang benar- benar aku percaya
Jika saja aku tahu ini semua mungkin terjadi, aku tidak akan pernah membiarkan mereka punya celah untuk mengkhianatiku
Yah, ini memang salahku juga, aku menaruh terlalu banyak kepercayaan pada mereka
Kepercayaan yang akhirnya mereka salahgunakan!!

Aku telah memberikan segalanya pada Darren, mengapa dia masih tega mengkhianatiku?!
Apa salahku sehingga dia sampai hati menyakitiku sedemikian rupa?
Aku sadar pikiranku memperlambat langkahku
Tapi aku tidak sadar seberapa lambat itu sampai Darren berhasil meraih tanganku
Kutepis tangannya

Seluruh persiapan pernikahan yang sudah kurancang
Ketika hari bahagia itu tinggal 2 bulan lagi, dan dia masih tega melakukan semua ini
Aku tidak habis pikir
8 tahun kita sudah bersama, dan dia masih juga tega?!
Aku tidak percaya ini

Rena, sahabatku sejak masih di bangku SMA
Dia yang tahu perjuanganku dan Darren dari awal
Dia yang membantuku selama ini merancang pernikahan ini
Dia yang begitu bahagia mendengar kabar pertunangan dan rencana pernikahanku
Dia juga tega

Darren, yang sudah dengan bangga kuperkenalkan kepada orang tuaku padahal kami baru 1 bulan berpacaran
Darren yang dengan sekejap mata mencuri hati orang tuaku
Darren yang selama ini menjadi “pangeran berkuda putihku”
Dia yang terlihat begitu sempurna.. ternyata hanya seorang munafik!
Seorang pembohong besar!

Aku sudah tidak sanggup lagi bertanya berapa lama mereka telah melakukan ini
Terlalu menyakitkan untuk kupertanyakan
Ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi alasanku mengakhiri hubungan dengan mereka

Mereka masih berteriak- teriak memanggil namaku ketika aku akan menyebrang jalan
Aku sudah tidak ingin menggubris mereka
Aku sudah setengah jalan
Lalu Rena berteriak, “Carissa, maafkan aku, aku mencintai Darren! Dan aku hamil!!”

Aku tersentak
Shock
Seketika itu juga aku menoleh
Ingin rasanya aku merenggut wajah sok bersalah dan air mata buayanya
Tapi sebelum dapat kulakukan, sebuah mobil box datang dengan kecepatan tinggi dan merenggut nyawaku lebih dulu
Aku masih tersadar ketika nyawaku memudar
Aku melihat Darren dan Rena berusaha menyadarkanku
Untuk apa lagi mereka berusaha menyadarkanku
Sudah, biarkan aku pergi
Sudah cukup
Aku tidak sanggup lagi
Dalam sekaratku, aku masih mengumpulkan tenaga untuk menepis tangan mereka
Aku bahkan tidak lagi sudi disentuh mereka

Kudengar Darren berulang kali mengucap maaf
Dan Rena hanya menangis tersedu- sedu entah untuk apa

Lalu semuanya berubah gelap
Aku tidak menyangka detik- detik akhir hidupku akan berakhir begitu tragis
Aku kehilangan segalanya pada saat- saat terakhir hidupku
Tunanganku yang adalah calon suami idamanku
Rencana masa depan yang sudah kurancang sedemikian rupa
Rumah indah di pinggir kota yang sudah kudesign dengan sedemikian indah
Rencana pernikahan yang sudah rampung
Sahabatku sejak SMA

Ini hari terakhir, sekaligus hari terburuk dalam hidupku
Hari jadi ke 8 hubungan kami yang berakhir tragis
Sahabat terbaik yang akhirnya mengkhianatiku
Tunanganku menghamili sahabatku sendiri
Aku ingin semuanya segera berakhir

mereka pasti senang dengan kepergianku
toh setelah ini tidak akan ada yang mengganggu mereka lagi
tidak ada yang akan menentang hubungan mereka
dan tidak akan ada yang mereka khianati
dan tidak akan ada aku yang menjadi korban atas hubungan mereka
hanya mereka dan Tuhan yang akan tahu
dan alasan kematianku, akan menjadi sebuah misteri
tanpa ada seorang pun yang tahu

yang mereka tahu, aku adalah korban kecelakaan lalu lintas
yang mereka tau, hanya jasadku yang remuk redam
bukan hatiku yang telah berubah lebih dari berkeping- keping
bukan perasaan kecewa, amarah, kesedihan dan rasa depresi yang mendalam

mungkin ini yang terbaik
mungkin kepergianku ini adalah jawaban dari semuanya
toh aku tidak akan merasakan sakit hati ini lagi
dan mereka akan bahagia tanpa ada aku sebagai penghalang

orang- orang mulai berkerumun menonton aku yang tergeletak tak bernyawa di tengah jalan
mereka mulai berasumsi tentang alasan kematianku
banyak yang berkata bunuh diri
bukan
aku dibunuh
dibunuh oleh kemunafikan, kebohongan, dan perselingkuhan Darren dan Rena

harusnya aku sempat mengucapkan kata terakhir kepada mereka
selamat, selamat atas kemenangan mereka
dan terlebih untuk Rena, selamat telah berhasil merebut tunanganku

tidak ada yang abadi di dunia ini, demikian pula cinta dan persahabatan
semuanya omong kosong!
Semuanya hanya tertutupi topeng yang entah kapan baru mereka singkap
Atau.. akan tersingkap seiring dengan waktu
Tidak semua kebaikan menang, dan tidak semua kejahatan kalah

hatiku berkeping- keping saat aku melangkah menuju cahaya terang itu
lalu semuanya menjadi tenang dan damai
semuanya telah selesai…
akhirnya…


By - Melisa Wijaya.

Kamis, 04 Oktober 2012

Kutipan mini "Cinta Yang Salah"


Cinta, yang salah.

“Jaga diri kamu baik-baik ya sayang, cepat balik kesini lagi ya.” Yumi mengucapkan kalimat terakhirnya pada Ryo sembari berusaha menahan isak tangis yang tak mampu lagi dibendungnya.

“15 menit lagi sayang, pesawatnya baru berangkat, boleh aku cium kamu sekali lagi?” Ryo berusaha meraih kening Yumi dan menciumnya selembut mungkin. Selama beberapa menit, bibir Ryo masih menempel di kening Yumi. Ryo mencium kening Yumi dengan penuh perasaan haru seakan mereka tidak akan pernah bertemu lagi. 


Tulisan diatas adalah sepenggal kutipan mini dari cerpen yang akan terbit dalam sebuah buku, bersama beberapa cerpen lain dan sajak-sajak karya teman-teman penulis dari twitterland juga. 

Kemungkinan naskah akan rampung akhir bulan ini, dan InsyaAllah akan dibukukan akhir tahun. Penasaran? 
Dasar kepo! mihihihi :p

Selasa, 02 Oktober 2012

A Day Out

I was waiting outside. It was 4:38 in the evening and I thought that it was a good day. It was about to rain so I went inside a shop and tried to call but it said the phone was switched off. As we discussed that we would meet at 4:00 in the evening I was waiting impatiently.

I started looking at the clothes inside the shop. It was an old house which has been redesigned, blended with modern and old furniture. Though I liked the place I did not enjoy waiting for more than half an hour. The time was nothing but not answering the phone was worrying me a lot. I was roaming around the shop alone and it was making me more impatient. I went near the glass door and it was hard to see what was happening outside. I sat on a chair... and again stood up and went around the shop. Went up and down, one corner to another. One of the staff members in the shop asked whether I needed some help. It embarrassed me. I thought of going out of the shop.

It was windy and cold. I was desperate to meet. No three wheelers to be found. It was 5:30 and I thought of buying a book and reading it. I had no way to go home. Then again I thought of calling Amma and asked her to send the car for me.

It took a long time for me to get into the car and go home. I was angry for his not answering my calls, I was angry for his making me wait alone when it was raining so hard. Amma was scolding me for being late. I rushed to my room before Thatta could see me wet.

I did not think of losing my hope of contacting him, so I dialed the number again and again. I thought of contacting a close friend. He said that he has no idea. Called another but the reply was the same. Many things came to my mind since that was not normal at all. I wanted to forgive him and two tear drops came out at once, then I could not stop the rest.

I was all alone inside my room. Memories of our past, happy life and sad moments came to my mind as I was watching a movie. I was sitting in a place where I could see his face. My feeling for him was so much. When he smiled at me I felt like I am the only girl in this world. One would say that I was stupid, another would say that I was proud. I have no right to argue.

Coming back to the story, only we two were there in the room. He came to talk with me with a bundle of books. I was shy and I tried to ignore him. I heard someone singing, “when I see you smile….” He came inside the room with rose in hand, then another... I knew what was going to happen. Yes! That was what was exactly inside my heart. As soon as I closed my eyes a tear drop came out and he took it into his hand and said that he does not like to see my tears.

We played pool and checkers with each other most of the time. I was good at targeting since I was patient, and he was good at checkers. I always think that he is brainy. We loved going for swimming together and he loved to ride bikes. He always asked me to cover myself from a jacket as he did not want me to get dark or get burnt by the sun. He used to feed me when I was not well and…

Suddenly I heard my phone ringing. It was a call from his best friend. My eyes got closed.

Kamis, 13 September 2012

"Ayah kami sudah tua." (part 1)


- Otobiografi mini ini ditulis oleh Edi Mulyana, om gue. Gue cuma merampungkan dan menyusun ulang tulisannya agar lebih rapi dan maksimal. Om Edi sendiri menulis tulisan ini sebagai kado ulang tahun spesial untuk ayah tercintanya ketika memasuki usia 75 tahun. Buat kalian yang selama ini acuh terhadap sosok orangtua, terutama sosok seorang ayah, selamat membaca .... 


Tidak banyak orang yang mampu mencapai usia 75 tahun!

            Angka harapan hidup di Indonesia untuk seorang laki-laki adalah 63 tahun, sedangkan untuk perempuan adalah 64 tahun. Umat Islam umumnya menjadikan usia Nabi wafat pada 63 tahun sebagai standar batas. Banyak orang yang meninggal lebih muda seperti Nabi Isa pada usia 20-an tahun, Iskandar Zulkarnain (Alexander The Great) pada usia 30-an tahun, dan para tokoh besar lainnya.
            Lazim orang yang membuat biografi atau otobiografi pada usia 70 tahun. Anggapannya adalah itu usia yang tepat untuk melihat perjalanan panjang hidup di dunia, serta kemungkinan hanya tersisa sedikit waktu lagi untuk hidup. Itupun tidak banyak lagi hal-hal yang dapat diperbuat, tidak banyak lagi yang bisa dicatat, dari aktivitas seseorang yang berada di batas usia 70 tahun.
            Tulisan ini adalah gambaran singkat sekilas (overview) tentang sosok seorang ayah kami dari mata saya, anaknya, sebagai ganti kehadiran diri kami di saat usia ayah sudah mencapai ambang batas senja, 75 tahun. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata karena disusun dengan spontan sepenuh perasaan. 

Istri dan Anak Ayah.

            Ayah punya satu istri. Tepatnya satu istri pada periode 1959-2009 dan satu istri lagi pada periode 2011 hingga kini. Jadi totalnya memang kini menjadi dua, tetapi di periode waktu yang berbeda.
            Ayah menikah dan hidup bersama dengan ibu selama 50 tahun. Mereka sudah layak mendapat predikat “perkawinan emas”. Mereka berpisah ketika maut memisahkan. Ibu meninggal terlebih dahulu dalam usia 65 tahun pada saat ayah berusia 72 tahun. Jadi, ketika syukuran berlangsung, sudah hampir 3 tahun ibu meninggalkan kita semua.
            Ayah menikah lagi setelah ibu kami meninggal pada 2009. Banyak pertimbangan mengapa ayah melakukannya, selain soal jodoh. Menikah sebenarnya tidak mudah, apakah itu dilakukan ketika masih sama-sama muda apalagi ketika mereka sudah sama-sama tua. Apapun itu mudah-mudahan membawa kebaikan khususnya bagi mereka berdua dan umumnya bagi seluruh keluarga besar ayah. 

Ayah punya banyak anak.

            Ada anak kandung, ada anak ponakan, ada anak buah dan yang paling banyak adalah anak didik. Anak kandung atau anak biologis ayah sebenarnya ada 6 orang. Tiga orang sudah tiada menghadap Tuhan yang Maha Kuasa. Sedangkan tiga orang lagi masih hidup di dunia termasuk saya. Yang sudah meninggal adalah Rahmad Thamrin (1965), Sofi Thamrin (1966), dan Ina Safitri Thamrin (1970-2004). Yang masih hidup adalah Edi Mulyana Thamrin, Idris Satria Thamrin, dan Doni Mustari Thamrin.
            Menantu ayah ada 4, yaitu Sumiadi Amin (suami Ina) yang sudah meninggal tahun 2000 lalu akibat tindak kekerasan konflik di Aceh, lalu Henni Susanti (istri Edi) satu-satunya menantu Ayah orang non Aceh, kemudian Rahmi (istri Idris) anak Aceh yang dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta, dan Yulia (istri Doni) yang memang asli anak Aceh. Dari 4 orang anak ayah ini, baru lahir 3 orang cucu, yaitu Alifa Humaira dan Aulia Nugraha, anak Almarhumah Ina dengan Almarhum Sumiadi. Aulia sudah meninggal dalam usia 4 tahun kala terjadi peristiwa tsunami. Satu lagi cucu ayah adalah Fatih, anaknya Doni dan Yulia yang kini sudah sekolah pre-school di Australia mengikuti Doni yang sedang bekerja disana. Edi dan Idris belum punya anak. Alifa kini tinggal dengan Edi dan istri di Jakarta.
            Setelah ayah menikah lagi tentu kini mendapat anak bawaan dari ibu kami yang baru. Kebetulan jumlahnya ada tiga pula. Yaitu Eliana, Suherna, dan Suhatman. Mereka semua sudah berkeluarga dan memiliki beberapa orang anak pula. Semua mereka kini tinggal di Banda Aceh. Jadi keseluruhan anak ayah yang masih hidup kini ada 6 orang. Mudah-mudahan ini menambah warna baru dalam hidup ayah.
            Ayah banyak memiliki anak ponakan. Baik dari sebelah keluarga ayah maupun dari pihak keluarga ibu. Beberapa anak ponakan itu dan beberapa adik sepupu sudah jatuh seperti anak sendiri atau paling tidak anak angkat atau anak asuh oleh ayah. Karena memang mereka pernah tinggal di rumah ayah dan ibu selama beberapa tahun. Diantaranya adalah T.Syahpari, Bustami Abdi, Musdialman, Naswati Dharma, T.Rusli, Nurhadi dan yang lainnya. Beberapa tidak tinggal dirumah, namun sering datang kerumah mengunjungi ayah, seperti Taharuddin, Asnanfizal, Mawardi dan masih banyak yang lainnya.
            Beberapa dari anak ponakan ayah ini ada yang kemudian menjadi anak buah. Utamanya karena ayah memfasilitasi mereka untuk bekerja sebagai PNS di lingkungan tempatnya bekerja. Khususnya di Perpustakaan. Kebijakan mempekerjakan pegawai dari kalangan keluarga dekat atau sudah dikenal ini merupakan suatu kebiasaan atau adat istiadat di kalangan masyarakat Aceh umumnya, untuk menolong anggota keluarga dekat terlebih dahulu baru kemudian orang lain. Yahwa Said Idrus banyak menolak orang, juga Om Chairuddin Zakas dan lain-lain. Ketika orang lain sudah berlaku demikian maka tidak salah pula ayah melakukan itu. Apalagi ia menjalankan seluruh prosedur formal. Lebih dari itu, seluruh anak buah atau pegawainya diharuskan oleh beliau untuk melanjutkan pendidikan formal disamping dididiknya secara langsung dengan contoh di kantor dan pekerjaan.
Terus terang belum tentu kami generasi berikutnya di abad ke-21 millenium ini mampu melakukannya. Yang paling penting adalah bagi anggota keluarga yang sudah ditolong ini selalu menjaga dan mengembangkan dirinya untuk mampu menjadi lebih baik, untuk tidak memalukan mereka yang pernah menolongnya dulu.
Yang jauh lebih banyak adalah anak didik dan anak sosiologis. Karena ayah sudah mengajar sejak awal 1950-an di berbagai sekolah menengah di Aceh dan meningkat menjadi Dosen di berbagai perguruan tinggi sejak awal 1980-an maka sudah tak terbayangkan lagi jumlah anak didiknya. Jangan lupa Nabi pernah mengatakan bahwa yang akan kita bawa ke alam akhirat kelak adalah “anak yang shaleh, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah.” Ayah sudah memberikan berbagai ilmu yang bermanfaat kepada anak-anak didiknya agar menjadi shaleh dan menularkannya lagi kepada generasi berikutnya sehingga harapan beliau ilmu itu dapat menjadi sedekah jariyah yang tiada habisnya.




Selasa, 11 September 2012

Love Quotes

I would give you the moon if I can. I would give you the sun if I can. I would give you the stars if I can. But I wouldn’t give you the moon, the sun, or the stars. I would give you the entire galaxy because you mean everything to me and I would give you everything

Love doesn’t hurt, choosing the wrong person does

How can I wish your happiness? If the pain you’ve created still breaking me into pieces…

It’s better to love someone that is far away and wants to be with you, than someone that you see everyday and not want to be with you. That’s why love grows stronger

I love you. Thats all. Its the only words that i know.
The only ones i can say. And yet they still aren’t enough

When you cry for me, your tears tell me that i still matter

Love without Distance is not truly love

Sajak Mini

- Karena diantara aku dan Tuhan; namamu kerap jadi bahan perbincangan.

Cinta adalah dua jantung, yang berdetak, mengikuti satu irama. (@mustikaaprilia)

Semenjak itu; aku dan kau menjadi kaku; kita pun mulai belajar; bahwa cinta dan rindu, tak akan selamanya menunggu.

Kelak; kau akan tahu; bahwa tak ada yang mampu mencintaimu; sebaik apa yang pernah kulakukan.

Karena kamu telah menitipkan aku pada doamu, aku tak heran merindukanmu. (@zarryhendrik)

Cinta ibarat pelangi; memadukan perbedaan; melahirkan keindahan.

Cinta adalah drama, dimana Tuhan menjadi sang sutradara. Sedangkan kita, sebagai pemeran utamanya.

Minggu, 09 September 2012

Ketika Aksara Bicara


Cintamu itu mahal. Semahal rasa ingin tahuku yang kerap membuatmu terganggu.
Cintamu itu putih. Akan lebih mudah untukku jika aku menerima utuh lukisan hatimu.
Cintamu itu tidak jelas. Seperti gambar abstrak pelukis terkenal yang bernilai amat sangat mahal.
~@yessymuchtar 


Harapku..
Di dalam mataku, kau telah menjadi lautan, dengan angin kesunyian, kau hempas karang-karang kepedihan. ~@dhehusnan
Karena diantara aku dan Tuhan; namamu kerap jadi bahan perbincangan.                                                  ~@cumanulis
Cuma teratai, tapi kubuka kelopak dan akarku menjulur menggapai, meski dasar takkan pernah sampai. ~@lizacica
Aku pernah membayangkan hidung kita beradu, tak meragu. lalu rindu, bercahaya pada sela-sela tawa kita ~@senandungmu
Teruslah berlari. Tapi jika kau lelah, tengoklah ke belakang. Ada aku yang selalu menantimu ~@Bonkymilitia
Kekasih, sulurkan sirahmu ke dadaku, bertuturlah; di dalam, jantungku akan memeluk hatimu. ~@dikiumbara
Di hatimu, bahkan aku bersedia dimakamkan sebelum aku mati ~@SangFujangga
Jangan tanya kenapa; hatiku berkata kaulah jodohku; aku hanya berjalan mengikuti arus rindu; ke muara hatimu ~@cumanulis
Tuhan, bungkuslah hatiku, tali-pitakan jantungku, hadiahi hidupnya! ~@zarryhendrik
Sebelum mencintaimu, aku perlu berpikir. Mungkin setelah berpikir, aku menulis. Dan mungkin saat menulis, aku terlanjur. ~@zarryhendrik
Hanya dua alasan untukku harus menghormatimu; Itu karena ibuku juga wanita, dan kau berasal dari rusukku. ~@zarryhendrik
Satu hati sudah kuberi untukmu, jika tak berkenan bilang saja, nanti kuambil lagi sebab itu cuma satu-satunya. ~@DedoDpassdpe
Terkadang aku takut kalau aku hanya sedang menimbun hatimu dengan menimpa satu demi satu kata-kata manis. ~@zarryhendrik
Seperti berjalan sambil menggenggam berlian di pinggir jalan kota yang besar, kadang rasa memiliki juga membuat takut. ~@zarryhendrik


Mana mungkin aku menjauh dari siapa yang Tuhan dekatkan? ~@zarryhendrik
Cantik itu matamu yang berpendar, membelit rindu. menghunus bahagia. ~@senandungmu
Mentari dan rembulan bertemu dikala senja; lautan dan daratan bertemu di tepian pantai; lalu, bagaimana dengan kita? ~@cumanulis
Selain mengadu pada Tuhan soal jodohku; waktuku berjalan seraya melamunkanmu; kutulis ini sekedar agar kau tahu ~@cumanulis
Aku menemukan sekotak cinta. disana tersimpan namaku dan namamu, yang malu-malu. ~@senandungmu
Kau telah menjelma segalanya, menjadi udara, menjadi kota, menjadi bunga. Menjadi segala-galanya; selain menjadi cinta ~@Bemz_Q
Ketika sesuatu yang biasanya tampak biasa-biasa saja menjadi begitu indah, ada yang serba salah pada hatimu ~@dalam_an
Dari aku, yang mencintaimu secara diam-diam ~@kiiram
Hatiku menjerit; meneriakkan namamu; entah ini karena cinta, ataukah rindu yang sedang berkelebat ~@cumanulis
Hatiku memiliki pintu, yang hanya akan terbuka, jika kau bersedia mengetuknya dengan lembut ~@cumanulis
Keinginanku sederhana. Semoga aku dan kamu, segera menjadi "KITA" yang saling mencinta dan menerima apa adanya ~@cumanulis
Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara, sebelum kau datang, dan menjadikanku kalimat paling bermakna.
Kau membawaku lari dari luka yang terdalam, luka yang pernah digoreskan seseorang dimasa laluku yang kelam ~@cumanulis
Aku ingin ke laut. Kapan kamu mau mengajakku kesana lalu menemaniku tersenyum? ~@falafu

Cinta itu abstrak

Cinta itu abstrak, menurut gue ...

Gue emang belom pernah nikah, tapi seenggaknya gue udah pernah beberapa kali ngejalanin hubungan serius dengan beberapa orang cewek yang menurut gue baik, tapi pada akhirnya, apa? gue yang harus pergi dan jadi pecundang. Padahal, gue udah berusaha ngebahagiain mereka semampu gue, tapi tetep kesemuanya berakhir dengan kata putus. Yah, walaupun dengan sebab yang berbeda ...


Gue bingung dengan cinta, gue bingung dengan kehidupan gue yang sekarang. Entah bakal jadi apa gue kedepan, gue sendiri ga tau. Semenjak gue kehilangan orang-orang yang jadi tumpuan hidup gue, semuanya jadi "abu-abu" dan ga jelas buat gue. Semangat hidup gue, cita-cita gue, harapan-harapan dan rencana-rencana besar yang pernah gue buat selama ini hancur berantakan. Dan penyebabnya hanya karena satu hal, satu hal yang berpengaruh besar terhadap sejarah hidup gue; Cinta ...


Gue yakin lo semua pernah jatuh cinta, dan juga pasti pernah ngerasa kecewa karena diputusin, digantungin, atau ditinggal pergi gitu aja sama orang yang lo sayang. Itu juga mungkin terjadi karena banyak sebab. Mungkin dia bosan sama lo, mungkin ada beberapa sifat lo yang buat dia ga suka dan menurut dia udah ga bisa ditoleransi. Pernah ga sih lo mikir, mungkin aja selama ini lo gagal dalam ngejalin hubungan bukan karena tampang, duit, atau pasangan lo yang "jahat". Mungkin semuanya terjadi karena lo ga pernah ngejaga "kualitas diri" lo sendiri. Makanya gue bilang, Cinta itu abstrak -


Minggu, 27 Mei 2012

Untuk Seseorang

- Aku tau kita bertemu sebab satu alasan. Dan alasan itu adalah karena kau dan aku ditakdirkan bersama. Saling mencintai satu sama lain.

- Sekali seumur hidup akan aku temukan seseorang yang tidak hanya menyentuh hatiku; namun juga jiwaku; itu kamu.

- Sekali seumur hidup akan kutemukan seseorang yang menjagaku; tidak mendesakku; itu kamu.

- Sekali seumur hidup akan aku temukan seseorang yang mau menerimaku dengan tulus dan apa adanya; yang mencintaiku tanpa mengubahku menjadi sosok orang lain; itu kamu.

- Kini; kau menjadikan impianku kenyataan; kaulah hal terbaik yang pernah terjadi padaku; Cintamu, caramu mencintaiku; kekuatan; keyakinan; dan keabadiannya; membahagiakan aku.

- Hanya engkau yang sanggup menggelisahkan aku; dengan penuh rahasia setiap kali aku terjerembab; dalam rindu; yang kau hadirkan dalam malamku.


Untuk Seseorang; yang membuatku merasa hidup sebagai 'seseorang'.

Rabu, 23 Mei 2012

Filsafat Cinta part 1

Keindahanmu, melebihi senja dan pelangi. Kurasa, tak akan ada kalimat yang cukup indah untuk mengungkapkannya.

Seperti matahari dan bulan yang saling berbagi sinarnya bergantian, seperti kita yang berbagi cinta dalam keabadian.

Terimakasih, cintamu telah mendewasakanku.

Semoga cinta 'kita' di abadikan oleh Tuhan di surga.

Jika kau izinkan, aku akan menjaga rindu ini sampai kita bertemu di satu senja, suatu hari nanti.

Jika diperbolehkan, aku ingin mengabadikan semua tentangmu di hatiku, membingkai semua kenangan, dan ku museumkan di sana.

Terimakasih, cintamu membuatku berhasil merindukanmu disetiap kali matahari dan bulan hadir bergantian - @PelukisCinta

Saat terbaik dalam hidupku adalah ketika kau menyadari bahwa kehadiranku masih dapat memberi arti dalam hidupmu.

Ingin rasanya aku melupakan ketulusan cintaku dan mengikuti egoku. Namun aku tak mampu, Aku begitu mencintaimu.

Saat kita kehabisan kata-kata; matamu menatapku hangat dalam kesunyian. Itulah saatnya aku merasakan kedamaian denganmu.